Pekerja jasa cat duco di sepanjang jalan Salemba Raya sampai Jalan Kramat Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat menjerit. Mereka mengeluhkan pelangganannya turun, yang berimbas pada omzet anjlok. Mengenakan rompi hijau, belasan orang itu melambaikan tangan untuk memberi isarat kepada pengendara mobil.

Mereka bukan joki three in one, tapi para pekerja jasa cat duco mobil yang setiap hari mencari pelanggan di trotoar jalan. Spanduk bertuliskan "Cat Duco Mobil" dipasang menggunakan bambu di sepanjang jalan tersebut. Budi pekerja cat duco mobil sudah enam tahun mencari pelanggan di sepanjang Jalan Salemba Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

Sebelum pandemi Covid 19, sehari ia dapatpelanggansatu sampai tiga mobil untuk dikerjakan perbailan catnya. Namun, saat pandemi Covid 19 Budi hanya mampu mendapatpelanggansatu mobil. "Kalau dibilang menurun ya menurun, tapi rutinnya satu hari itu ada saja satu mobil," ucapnya kepada Wartakotalive.com, Minggu (10/10/2021).

Untuk harga cat duco mobil, kata Budi tergantung bidang yang dikerjakan para pekerja. Misalnya satu bidang yaitu pengerjaan pintu mobil, ia mengenakan harga sekira Rp, 500.000. Jika semua bidang di kerjakan (full cat ulang mobil), ia memberikan harga sekira Rp, 4 juta sampai Rp, 6 juta tergantung jenis dan bahan cat.

"Saya biasanya pakai cat Nippon Paint, tapi saya enggak ngerjain dipinggir jalan, bengkelnya ada di Jalan Kramat IV," jelas Budi. Budi mengaku, selama menjadi tukang Cat mobil tidak sedikit yang komplain kepada dirinya. Tapi dia selalu tanggungjawab kepadapelanggannya yang komplain agar datang lagi ke bengkel catnya.

Budi memberikan garansi kepada mobil yang dicat mulai dari dua Minggu sampai satu bulan. Budi mengerjakan pengecatan mobil tidak seorang diri, tapi bersama tiga rekannya yang sudah standby di bengkel. "Kalau kekurangan ngecat di sini kan tergantung jenis catnya, semakin mahal maka semakin bagus," tuturnya.

Budi menambahkan, selama pandemi Covid 19 harga cat terus naik tapi dia tidak mau mengecewakanpelanggannya dengan menurunkan kualitas cat. Satu kilogram cat, ia beli seharga Rp, 300 ribu dan itu bisa digunakan untuk seluruh body mobil. "Kalau lecet lecet enggak sampai sekilo pemakaian catnya," ucap Budi.

Sementara itu, pengendara mobil yang menggunakan jasa cat duco di Salemba Raya bernama Adi mengaku sudah dua kali ngecat mobilnya di sana. Pertama pada saat awal Pandemi Covid 19, ia mencat mobilnya Honda Freed dengan harga sekira Rp, 300 ribu. Jasa cat duco pinggir jalan itu diminta mengecat seluruh body yang mengalami lecet.

"Nah sekarang mobil yang sama juga lecet lagi, akhirnya saya bawa ke mari lagi buat ngecat," ujar Adi. Adi melanjutkan, selain harga terjangkau, jasa cat duco pinggir jalan juga hasilnya memuaskan. Menurut dia, harga ratusan ribu hasilnya sama dengan ngecat di bengkel profesional.

Sehingga ia bakal menjadi langganan tetap di sana jika mobilnya mengalami lecet atau goresan. "Bagus sih sejauh ini enggak ada kekurangannya, tahun laku di sini juga soalnya saya puasa, saya datang lagi," jelasnya. Senada dengan Adi, Pandi pemilik mobil Karimun Wagon juga sama merasa puas dengan harga murah tapi hasilnya bukan murahan.

Pandi sudah sering menggunakan jasa cat duco di Salemba Raya, bahkan ia merekomendasikan kepada rekannya agar ngecat di sana. "Belum menemukan kekurangannya ya, jadi cocok aja saya ngecat di sini," terang Pandi. ( )

Leave a Reply

Your email address will not be published.