Jika kamu mengalami pendarahan pada vagina dan disertai pola menstruasi yang berubah-ubah, ada baiknya kamu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Karena bisa jadi hal tersebut merupakan tanda-tanda dari penebalan dinding rahim atau yang biasa disebut Hiperplasia Endometrium. Di Indonesia, hiperplasia endometrium termasuk jarang terjadi, yakni ditemukan pada 133 dari 100.000 wanita. Beberapa orang yang berisiko mengalaminya di antaranya, mengalami menstruasi pertama di usia lebih dini, wanita di atas usia 35 tahun, mengalami obesitas, perokok, danmemiliki riwayat siklus haid tidak teratur atau mengalami PCOS (Polycystic ovarian syndrome)..

 

Hiperplasia terdiri dari beberapa tingkatan yaitu:

  • Hiperplasia endometrium jinak yaitu perubahan sel pada lapisan dinding rahim yang bukan kanker. Biasanya kondisi dengan tingkatan ini akan membaik tanpa pengobatan.
  • Neoplasia intraepitel endometrium (EIN): Perubahan lapisan dinding rahim dan merupakan prakanker.
  • Adenokarsinoma endometrium: Ini merupakan tipe endometrioid, kanker dapat terjadi karena penebalan dinding rahim.

 

Namun, jangan khawatir, penebalan dinding rahim dapat dicegah dengan berbagai cara, seperti berikut ini.

 

1. Menjaga berat badan agar tetap ideal

Obesitas atau kelebihan berat badan adalah salah satu faktor yang menyebabkan Hiperplasia Endometrium. Jaringan lemak dapat mengubah beberapa hormon lain (androgen) menjadi estrogen. Orang yang memiliki lebih banyak jaringan lemak dapat meningkatkan kadar estrogen yang meningkatkan risiko hiperplasia endometrium. Jadi, jagalah pola makan serta olahraga teratur untuk mencegah obesitas dan mempertahankan tubuh sehat ideal, ya!

 

2. Berhenti merokok

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan penebalan dinding rahim. Untuk mencegahnya berhentilah melakukan kebiasaan ini. Alihkan dengan berbagai camilan sehat yang baik untuk tubuh.

 

3. Konsumsi makanan yang mengandung antioksidan

Ternyata faktor makanan juga dapat menyebabkan penebalan dinding rahim. Di antaranya makananan manis dan juga makanan yang mengandung lemak. Sementara itu makanan yang dapat mencegah penebalan dinding rahim adalah makanan yang tinggi serat seperti sayuran dan buah-buahan misalnya brokoli, blueberry, dan bayam.

 

 

4. Melakukan perawatan hormon estrogen dan progestin

Setelah masuk ke masa menopause, terdapat kemungkinan terjadinya ketidakseimbangan hormon yang memicu hiperplasia endometrium. Lakukan perawatan hormon perawatan hormon estrogen dan progestin atau progestogen untuk mencegah penebalan dinding rahim.

 

5. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami tanda-tanda hiperplasia

Ketika kamu merasakan hal-hal yang berkaitan dengan gejala hiperplasia, seperti kram perut, pendarahan vagina, sakit saat berhubungan sex, hingga rasa sakit luar biasa saat buang air kecil, segeralah konsultasikan dengan dokter. Jika tidak ditangani dengan baik, penebalan dinding rahim dapat menyebabkan berbagai risiko penyakit seperti kanker rahim dan anemia.

 

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penebalan rahim. Tetap  jaga kesehatan pola makan, berat badan ideal, dan gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya hiperplasia endometrium ya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *